Pasang iklan disini

MENJELMA.COM 728 X 70
hubungi email : idhoezidus@yahoo.co.id
dalam perbAIKAN dalam perbAIKAN
Powered by Blogger.

Balapan Lomba sambil ML Asikdeh

Diposkan oleh Unknown on

More aboutBalapan Lomba sambil ML Asikdeh

Parfum Ini Terbuat dari Kotoran Manusia

Diposkan oleh Unknown on

foto Surplus (surplusperfume.com)

Anda pecinta parfum tentu mengenal Clive Christian's Imperial Majesty, parfum termahal di dunia yang masuk Guiness Book of World Records. Harganya mencapai US$ 215 ribu atau sekitar 2 miliar.


Ada juga parfum buatan bintang pop Amerika, Lady Gaga, yang beraroma sperma dan darah. Tapi Anda mungkin belum pernah mendengar parfum yang terbuat dari kotoran manusia.
Seorang seniman Inggris, Jammie Nicholas sungguh membuatnya. "Surplus,"kata Jammie menyebut merek parfum itu dalam Fashionista beberapa waktu lalu.


Surplus dibanderol seharga US$ 80 atau Rp 700 ribu. Jika parfum Clive Christian's Imperial Majesty hanya dibuat 5 buah, Surplus diproduksi 80 buah saja.
Lalu seperti apa baunya? Jamie punya jawaban, "Bau menyenangkan digunakan untuk bau tak sedap, begitu sebaliknya." Jammie enggan menjelaskan cara membuat parfum itu.


Menurut Jammie inspirasi Surplus didapat setelah dirinya membaca buku karya Dominique Laporte. Buku 'The History of Shit' itu berisi tentang teori-teori sosial dari kotoran yang dapat dijadikan sebagai bahan untuk pembuatan kosmetik.
Sebetulnya Jammie bukan satu-satunya orang yang memanfaat kotoran manusia sebagai karya seni. Setahun lalu, ada pameran seni di Galeri Moorabbin yang memamerkan karya yang terbuat tinja atau kotoran manusia
Tinja yang diubah menjadi karya seni itu merupakan kotoran dari senimannya sendiri yaitu Georgia Mattingley. Mahasiswa 21 tahun ini membuat karya seni yang memadukan kotoran, bunga, dedaunan dan kristal. Dan tidak ada satu pun pengunjung yang menyadari itu terbuat dari kotoran manusia.

Source: http://bacaananda.blogspot.com/2011/03/parfum-ini-terbuat-dari-kotoran-manusia.html
More aboutParfum Ini Terbuat dari Kotoran Manusia

Mengharukan, Detik-Detik Terakhir Nabi Muhammad SAW Menjelang Ajal

Diposkan oleh Unknown on

[Image: 220px-Aziz_efendi-muhammad_alayhi_s-salam.jpg]

'Pagi itu, Rasulullah dengan suara terbata memberikan petuah, "Wahai umatku, kita semua ada dalam kekuasaan Allah dan cinta kasih-Nya. Maka taati dan bertakwalah kepada-Nya. Kuwariskan dua hal pada kalian, sunnah dan Al Qur'an. Barang siapa mencintai sunnahku, berati mencintai aku dan kelak orang-orang yang mencintaiku, akan bersama-sama masuk surga bersama aku."

Khutbah singkat itu diakhiri dengan pandangan mata Rasulullah yang teduh menatap sahabatnya satu persatu. Abu Bakar menatap mata itu dengan berkaca-kaca, Umar dadanya naik turun menahan napas dan tangisnya. Ustman menghela napas panjang dan Ali menundukkan kepalanya dalam-dalam. Isyarat itu telah datang, saatnya sudah tiba.

"Rasulullah akan meninggalkan kita semua," desah hati semua sahabat kala itu. Manusia tercinta itu, hampir usai menunaikan tugasnya di dunia. Tanda-tanda itu semakin kuat, tatkala Ali dan Fadhal dengan sigap menangkap Rasulullah yang limbung saat turun dari mimbar.

Saat itu, seluruh sahabat yang hadir di sana pasti akan menahan detik-detik berlalu, kalau bisa. Matahari kian tinggi, tapi pintu Rasulullah masih tertutup. Sedang di dalamnya, Rasulullah sedang terbaring lemah dengan keningnya yang berkeringat dan membasahi pelepah kurma yang menjadi alas tidurnya.

Tiba-tiba dari luar pintu terdengar seorang yang berseru mengucapkan salam. "Bolehkah saya masuk?" tanyanya. Tapi Fatimah tidak mengizinkannya masuk, "Maafkanlah, ayahku sedang demam," kata Fatimah yang membalikkan badan dan menutup pintu.

Kemudian ia kembali menemani ayahnya yang ternyata sudah membuka mata dan bertanya pada Fatimah, "Siapakah itu wahai anakku?"."Tak tahulah ayahku, orang sepertinya baru sekali ini aku melihatnya,"tutur Fatimah lembut. Lalu, Rasulullah menatap puterinya itu dengan pandangan yang menggetarkan. Seolah-olah bahagian demi bahagian wajah anaknya itu hendak dikenang.

"Ketahuilah, dialah yang menghapuskan kenikmatan sementara, dialah yang memisahkan pertemuan di dunia. Dialah malaikatul maut," kata Rasulullah, Fatimah pun menahan ledakan tangisnya.

Malaikat maut datang menghampiri, tapi Rasulullah menanyakan kenapa Jibril tidak ikut bersama menyertainya. Kemudian dipanggillah Jibril yang sebelumnya sudah bersiap di atas langit dunia menyambut ruh kekasih Allah dan penghulu dunia ini. " Jibril, jelaskan apa hakku nanti di hadapan Allah?" Tanya Rasululllah dengan suara yang amat lemah. "Pintu-pintu langit telah terbuka, para malaikat telah menanti rohmu. Semua surga terbuka lebar menanti kedatanganmu," kata Jibril. Tapi itu ternyata tidak membuatkan Rasulullah lega, matanya masih penuh kecemasan.

"Engkau tidak senang mendengar khabar ini?" Tanya Jibril lagi. "Khabarkan kepadaku bagaimana nasib umatku kelak?" "Jangan khawatir, wahai Rasul Allah, aku pernah mendengar Allah berfirman kepadaku: Kuharamkan surga bagi siapa saja, kecuali umat Muhammad telah berada di dalamnya," kata Jibril. Detik-detik semakin dekat, saatnya Izrail melakukan tugas. Perlahan ruh Rasulullah ditarik. Nampak seluruh tubuh Rasulullah bersimbah peluh, urat-urat lehernya menegang."Jibril, betapa sakit sakaratul maut ini."

Perlahan Rasulullah mengaduh. Fatimah terpejam, Ali yang di sampingnya menunduk semakin dalam dan Jibril memalingkan muka.

"Jijikkah kau melihatku, hingga kau palingkan wajahmu Jibril?" Tanya Rasulullah pada Malaikat pengantar wahyu itu.

"Siapakah yang sanggup, melihat kekasih Allah direnggut ajal," kata Jibril. Sebentar kemudian terdengar Rasulullah mengaduh, karena sakit yang tidak tertahankan lagi. "Ya Allah, dahsyat nian maut ini, timpakan saja semua siksa maut ini kepadaku, jangan pada umatku. "Badan Rasulullah mulai dingin, kaki dan dadanya sudah tidak bergerak lagi.

Bibirnya bergetar seakan hendak membisikkan sesuatu, Ali mendekatkan telinganya."Uushiikum bis-shalaati, wamaa malakat aimaanukum - peliharalah shalat dan peliharalah orang-orang lemah di antaramu." Di luar, pintu tangis mulai terdengar bersahutan, sahabat saling berpelukan. Fatimah menutupkan tangan di wajahnya, dan Ali kembali mendekatkan telinganya ke bibir Rasulullah yang mulai kebiruan. "Ummatii, ummatii, ummatiii!" - "Umatku, umatku, umatku"

Dan, berakhirlah hidup manusia mulia yang memberi sinaran itu. Kini, mampukah kita mencintai sepertinya?
http://www.zonamaya.info/2011/03/mengharukan-kisah-nabi-muhammad-saw.html
More aboutMengharukan, Detik-Detik Terakhir Nabi Muhammad SAW Menjelang Ajal

Pasang iklan disini
MENJELMA.COM
hubungi email : idhoezidus@yahoo.co.id