Pasang iklan disini

MENJELMA.COM 728 X 70
hubungi email : idhoezidus@yahoo.co.id
dalam perbAIKAN dalam perbAIKAN
Powered by Blogger.

"Gadis Monyet" Ingin Jadi Ilmuwan

Diposkan oleh Unknown on


Cian Cian


Seorang gadis cilik berusia lima tahun yang dijuluki Gadis Monyet ingin menjadi ilmuwan untuk mengetahui mengapa tubuhnya ditumbuhi bulu yang lebat. Cian Cian tinggal bersama kakek-neneknya yang setiap hari selalu mencukur bulu di wajah dan tubuhnya.

Dokter dari Rumah Sakit Tongliang, China, tempat Cian Cian melakukan perawatan setelah dirinya menderita epilepsi, bingung akan kondisi yang dihadapinya.

"Tidak ada yang seperti ini dari keluarganya sejak tiga generasi yang lalu. Jadi ini jelas bukan faktor genetis," ujar dokter Chu Hongbo seperti dilansir Orange, Rabu (11/8/2010).

Kakek dan neneknya mengatakan sudah tidak pernah lagi membawa Cian ke kota karena banyak orang yang selalu melihat dan bertanya: "kenapa dia banyak bulunya".

"Bahkan di sekolah setiap pagi, orang-orang melihatnya dan bertanya padaku mengapa tubuhnya banyak bulu. Pertanyaan seperti itu membuat saya sakit," ujar sang nenek.

Gadis cilik yang kedua orangtuanya bercerai itu mengatakan bahwa teman-teman sekelasnya selalu menggodanya.

Tapi dia merasa bahagia di rumah, "Saya sayang kakek dan nenek, khususnya nenek, mereka sangat baik pada saya," ujar gadis cilik itu.

"Saya ingin menjadi ilmuwan jika nanti besar sehingga saya bisa tahu ada apa dengan diri saya," kata Cian Cian.

sumber : http://internasional.kompas.com/read/2010/08/15/11482928/.quot.Gadis.Monyet.quot..Ingin.Jadi.Ilmuwan
More about"Gadis Monyet" Ingin Jadi Ilmuwan

14 Agustus, Hari 'Sunyi' Pakistan

Diposkan oleh Unknown on


Seorang ibu Pakistan menggendong dua anak saat berjalan di tengah banjir di Muzaffargarh, Pakistan, Senin (9/8). Sekitar 13 juta warga terpaksa mengungsi dan kini sedang terancam kedinginan dan kelaparan. Pemerintah Pakistan tidak mampu memberikan pertolongan dan uluran tangan dunia amat dibutuhkan.




Warga Indonesia menunjukkan senyum sumringah lantaran pada Selasa (17/8/2010) perayaan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia. Segala persiapan pesta tengah disiapkan.

Namun, Sabtu (14/8/2010), justru menjadi Hari "Sunyi" bagi Pakistan. Padahal, di hari inilah Pakistan merayakan Hari Kemerdekaan.

Tak ada kembang api. Tak ada pesta rakyat. Tak ada bunyi-bunyian lagu dan tari budaya. Acara perayaan resmi kenegaraan pun batal.

Adalah Presiden Asif Ali Zardari yang memutuskan tak ada perayaan macam itu, sebagaimana lazim setahun sekali. "Negeri ini tengah dilanda bencana banjir," katanya sebagaimana warta AP dan Reuters, Sabtu.

Keprihatinan macam itulah yang ditonjolkan duda mati almarhumah Benazir Bhutto tersebut. Bahkan, pada Sabtu, agenda Zardari adalah mengunjungi para korban banjir di Provinsi Khyber Pakhtunkhwa dan Punjab. Sebelumnya, Zardari banyak memperoleh kecaman internal lantaran dirinya dianggap tidak secara langsung berperan membantu rakyatnya.

Menurut catatan PBB, Pakistan mengalami banjir terburuk dalam 80 tahun. Kini, 14 juta orang menjadi korban, 1.600 orang tewas.

Banjir akan meningkat di sepanjang Sungai Indus yang diperkirakan akan meluap. Badan Pengelola Bencana Alam mengatakan, "puncak bencana" akan terjadi minggu depan di Provinsi Punjab dan Sindh.



sumber: http://internasional.kompas.com/read/2010/08/14/15101268/14.Agustus..Hari.Sunyi.Pakistan

More about14 Agustus, Hari 'Sunyi' Pakistan

Hoi... Situs Porno Masih Bisa Diakses

Diposkan oleh Unknown on


Ilustrasi pornografi


Meski puasa Ramadhan sudah berlangsung selama empat hari, namun berbagai laman situs porno masih bisa diakses masyarakat di Kota Medan.

"Situs porno yang ini saja sampai sekarang masih bisa dibuka bahkan diunduh," ujar seorang pengguna jasa internet, Erwinsyah Putra di Medan, Sabtu.

Ia menjelaskan, sejak awal puasa dirinya sering memperhatikan keberadaan situs porno di internet, guna memastikan kebijakan pemerintah mengenai pemblokiran situs porno terealisasi.

Erwin berharap, pemerintah mendesak para penyedia jasa internet memblokir situs-situs porno itu.

Anggota DPRD Sumatera Utara Rijal Sirait mengatakan, upaya pemerintah melalui Kementerian Komunikasi dan Informatika untuk memblokir situs porno harus didukung semua pihak.

Upaya itu harus didukung demi kebaikan bangsa ini, khususnya demi menjaga moral dan mental generasi muda, kata anggota dewan dari Fraksi Partai Persatuan Pembangunan (PPP) itu.

Rijal Sirait berharap mulai saat ini tidak ada lagi situs porno yang bisa diakses masyarakat di tanah air.

Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Tifatul Sembiring mengimbau seluruh provider memblokir situs porno agar tidak bisa lagi diakses oleh masyarakat.

Berbicara di Bogor, pekan lalu, ia mengatakan pemblokiran situs porno tidak hanya karena Ramadhan, melainkan sebagai implementasi Undang-Undang (UU) Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE) serta UU Pornografi.

Dalam UU tersebut disebutkan penyelenggara telekomunikasi tidak boleh melanggar asusila, kepentingan umum dan keamanan, disamping juga dilarang mendistribusikan konten pornografi.

UU itu, kata dia, juga mengatur hak pemerintah mencegah masyarakat dari dampak dan bahaya pornografi, serta boleh membatasi atau melakukan pemblokiran.

Bahkan, menurut Tifatul Sembiring, "internet service provider" (ISP) yang tidak melakukan pemblokiran situs porno dapat langsung berurusan dengan kepolisian.


sumber : http://oase.kompas.com/read/2010/08/15/06085839/Hoi....Situs.Porno.Masih.Bisa.Diakses-8

More aboutHoi... Situs Porno Masih Bisa Diakses

Pasang iklan disini
MENJELMA.COM
hubungi email : idhoezidus@yahoo.co.id